AC Milan memiliki keunggulan tipis di pasar untuk bentrokan Liga Europa UEFA ini, tetapi marginnya cukup kecil sehingga Benfica tetap menjadi penantang yang hidup. Data menunjukkan kontes yang kompetitif dan seimbang daripada urusan satu sisi.
Analisis Performa: Benfica datang dalam performa luar biasa, dengan lima kemenangan beruntun, rekor terbaru yang sempurna, dan rata-rata tiga gol dicetak per pertandingan sambil kebobolan hanya 0,6. AC Milan, sebaliknya, tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir mereka tetapi sering kali seri, dengan rata-rata 2,2 gol dicetak dan 1,2 kebobolan. Momentum jelas berada di pihak tim tamu.
Faktor Kunci: Skuad AC Milan sangat terkuras, dengan delapan pemain tidak tersedia termasuk talenta menyerang C. Pulisic dan R. Leao, yang mengurangi ancaman ofensif mereka. Benfica memiliki rekor head-to-head yang kuat dan skuad yang jauh lebih sehat, hanya dengan dua pemain absen. Cuaca — hujan yang tidak menentu dan permukaan lapangan yang fisik dan dipengaruhi angin — dapat menguntungkan pendekatan langsung dan berirama cepat Benfica. Keuntungan tuan rumah memberikan Milan sedikit bantalan, tetapi kurangnya rekor kandang yang stabil musim ini mengurangi manfaat tersebut.
Kesimpulan: Pasar memberikan Milan keunggulan tipis, dan dukungan penonton tuan rumah serta rekor pertahanan mereka yang solid membuat mereka tetap menjadi favorit marjinal. Namun, performa panas Benfica dan krisis cedera Milan menjadikan ini kontes yang benar-benar ketat di mana tim tamu sangat mampu mengambil sesuatu dari pertandingan. Kemenangan tipis Milan atau pembagian poin adalah hasil yang paling masuk akal.




